Sepak bola bisa dimenangkan melawan terorisme

Manchester, Marwi dan kemudian Jakarta, dunia dihadapkan pada terorisme oleh para picik. Di Jakarta, pelaku meledakkan bom di kerumunan yang telah menjadi titik kontak untuk berbagai angkutan umum, Kampong Malayu.

Pada Jumat (26/5), atau dua hari setelah insiden dahsyat itu, Dahesh mengeluarkan pernyataan bahwa mereka yang berada di balik aksi terorisme yang sejauh ini menewaskan tiga petugas polisi, dua pelaku dan 11 lainnya terluka.

Tindakan terkutuk ini lebih ironis karena umat Muslim ingin menyambut Ramadhan. Siapa pun pelaku yang melakukan, atas nama agama apa pun, terorisme adalah pengecut.

Manchester selalu dibagi menjadi dua bagian, biru dan merah. Tetapi setelah bom bunuh diri di konser Ariana Grande pada hari Senin, 22 Mei 2017, perpecahan warna tidak berlaku. Perbedaan dan persaingan antara para pendukung bergabung menjadi satu: warna perdamaian dan kasih sayang untuk kemanusiaan.

Sehari sebelum final Piala Eropa, yang membawa Manchester United melawan Ajax Amsterdam, akun Twitter Manchester City memuat gambar yang mencerminkan antusiasme dan solidaritas di tengah luka:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *